SMP PANGUDI LUHUR AMBARAWA
SMP Pangudi Luhur Ambarawa - Jln. Mgr. Sugiyapranata No. 191 Ambarawa - Indonesia  Telp. (0298) 591328 Fax. (0298) 595094
Minggu, 24 September 2017  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 



PROFIL
SEJARAH SMP PANGUDI LUHUR AMBARAWA

Mengungkap sejarah SMP Pangudi Luhur Ambarawa tidak lepas dari sejarah Gereja Ambarawa, Bruderan FIC Ambarawa dan asrama St. Louis Ambarawa. SMP Pangudi Luhur pada waktu didirikan bernama MULO(meeruitgebreid Lager Onderwijs) School Sint Louis. Nama Sint Louis diambil dari nama Bruder Santo Aloysius di Surabaya. Pada waktu itu MULO Sint Louis  belum dikelola Yayasan Pangudi Luhur tetapi menginduk di Yayasan Kanisius. Namun tanggungjawab sepenuhnya pada bruder FIC.

Gagasan mendirikan MULO di Ambarawa dimunculkan oleh Pastur Van Kalken SJ. Keinginan Beliau mendapat inspirasi dari keberhasilan HIS Muntilan yang waktu itu menjadi pemimpin di Normaalschool yaitu sekolah pendidikan guru untuk sekolah berbahasa daerah. Ia seorang Pastur yang penuh semangat dan memiliki cita-cita menjadikan Ambarawa sebagai pusat misi di Jawa. Upaya itu diwujudkan antara lain dengan program mendirikan seratus sekolah dalam 3 tahun. Ia bekerja keras untuk mewujudkannya dan memang membuahkan hasil nyata. Pada akhir tahun 1927 misi telah memiliki 116 sekolah dengan murid asli Jawa sejumlah 12.224.Untuk mengembangkan misi di Ambarawa, Pastur Van Kalken membutuhkan bantuan para Bruder FIC.Beliau berinisiatif mendirikan MULO berasrama. Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yang rumahnya jauh dari MULO atau yang membutuhkan pengawasan dan pertolongan yang tak mungkin  mereka terima di rumah.

MULO Ambarawa menampung anak-anak keturunan Eropa maupun Jawa. Kondisi ini dipandang sangat bermanfaat bagi kedua pihak. Bagi anak-anak keturunan Jawa dapat berkembang menuju kemajuan sosial dan kultural sehingga mereka dapat melanjutkan ke AMS (Algemene Middelbare Scholl, Sekolah Menengah Umum). Setelah lulus mereka dapat kuliah di fakultas kedokteran atau perguruan hukum. Sedangkan bagi anak-anak Eropa mereka dapat meluruskan prasangka terhadap orang-orang Jawa.

Rencana Pastor Van Kalken kemudian disampaikan kepada Dewan Umum para bruder FIC di Maastricht, Belanda. Namun penjelasan Pastor Van Kalken tidak menarik perhatian Dewan Umum untuk segera mulai dengan antusias.Dewan Umum meragukan rencana Pastur Van Kalken karena tidak memberi kesempatan besar untuk anak-anak Jawa padahal Bruder FIC datang ke Jawa untuk anak-anak Jawa. Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya Dewan Umum memutuskan akan mulai berkarya di Ambarawa dengan memanfaatkan  sekolah kepandaian puteri.

Pada bulan April 1928 panitia kecil yang terdiri dari Br Victorius, Br. Ivo dan Br. August meninggalkan Yogyakarta menuju Ambarawa. Pada tanggal 19 Juni 1928 semua bruder yang ditunjuk untuk mendirikanu  rumah berkumpul semua dan hari itu dianggap sebagai hari jadi komunitas Ambarawa.

Beberapa anak Indo yang tinggal di asrama merasa tidak ada kepastian, kehilangan kebebasan dan perasaan kurang enak. Para bruder pun tidak ada kepercayaan terhadap anak-anak Indo yang yang sikapnya membuat kesal. Jika Bruder dipindah ke Ambarawa, khabarnya merasa tidak diterima dengan senang hati.

Tanggal 8 Agustus 1928 Institut St. Lois dibuka dengan resmi. Peresmian itu dihadiri oleh Pastur Van Kalken yang waktu itu sudah tidak di Ambarawa karena sudah menjabat sebagai superior misi.Tanggal itu pula sekaligus sebagai peresmian berdirinya MULO Ambarawa walaupun pelajaran sudah dimulai sejak 30 Juni 1928.

Perkembangan MULO Ambarawa sangat pesat sehingga cepat mendapat kepercayaan orang tua. Ujian akhir  yang begitu penting selalu menjadi alasan bagi Ambarawa untuk merasa bangga. Pada waktu itu MULO Ambarawa memiliki kualitas yang lebih baik dari sekolah lain. Kualitas itu digambarkan pada tahun1934 dan 1935 siswa-siswi MULO lulus 100%






^:^ : IP 54.224.214.93 : 1 ms   
SMP PANGUDI LUHUR AMBARAWA
 © 2017  http://smpplambarawa.pangudiluhur.org/